Universitas Widya Kartika

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf

Selamatkan Karakter Positif Anak-anak

Wakil Rektor UWIKA, Dra. Felicia O Dien Koeswanto (paling kanan)
saat kunjungan di PT Coca Cola

Begitulah tema yang diusung oleh YPPI dan Universitas Widya Kartika (UWIKA) dalam kampanye pendidikan ke sejumlah perusahaan yang ada di Surabaya. Pendidikan karakter dan penyelamatan karakter positif anak-anak menjadi kebutuhan mendesak zaman ini di tengah-tengah derasnya arus pengaruh kemajuan teknologi informasi, khususnya internet.

Sebagai lembaga pendidikan, YPPI dan UWIKA sangat peduli dengan pendidikan dan penyelamatan karakter positif anak-anak dari pengaruh-pengaruh negatif teknologi informasi. Tetapi YPPI dan UWIKA juga paham, bahwa untuk mengkampanyekan penyelamatan karakter positif anak-anak itu tidak cukup hanya dilakukan oleh lembaga pendidikan. Peran para orangtua dan masyarakat pada umumnya juga sangat penting.

Ibu Felicia (kedua dari kanan) dalam kunjungan ke PT Meratus

Desakan dan tuntutan untuk bersama-sama menyelamatkan karakter positif anak-anak itulah yang mendorong YPPI dan UWIKA mengajak sejumlah perusahaan untuk bersama-sama mengembangkan dan menyelamatkan karakter positif anak-anak. Sepanjang tahun ajaran 2010/2011 ini YPPI dan UWIKA menggelar apa yang dinamakan Road to Companies. Tujuannya selain memperkenalkan diri juga untuk mengajak perusahaan-perusahaan yang dikunjungi untuk bersama-sama peduli dan aktif dalam upaya mengembangkan dan menyelamatkan karakter positif anak-anak.

Pertama-tama tim dan YPPI dan UWIKA berkunjung ke PT Coca Cola. Sebanyak 30 karyawan PT Coca Cola terlibat dalam dialog interaktif yang digelar oleh YPPI dan UWIKA. Para karyawan PT Coca Cola sangat antusias mendengar penjelasan tentang pengembangan dan penyelamatan karakter positif anak-anak.

“Bagus banget! Sampe saya dibuat nangis. Four thumbs-up buat YPPI!” kata Ibu Linda Monica, Learning & Development Manager PT Coca Cola.

Dari PT Coca Cola, Road to Companies berturut-tutur dilanjutkan ke PT Telkom PT PAL Surabaya dan terbaru, Jumat, 9 Juli 2010 lalu ke PT Meratus. Universitas Widya Kartika dalam rangkaian kunjungan itu diwakili oleh Wakil Rektor/Corporate Secretary Dra. Felicia O Dien Koeswanto.

“Saya dengar tadi menarik ya, teman-teman juga antusias kelihatannya. Yah, bagus untuk pencerahan,” ujar Bpk M Yunus, General Manager PT Telkom.

Sementara dalam kunjungan ke PT Meratus, tim dari YPPI dan UWIKA diterima oleh Ibu Liana Sopaheluwakan, Employee Relation Manager. Diskusi interakatif tentang bagiamana mendidik dan mengembangkan karakter positif anak-anak bisa berlangsung semarak dan penuh semangat.

Di akhir acara, kedua institusi saling memberikan cindera mata. Ibu Johanita Pramadi, Head HRD mewakili PT Meratus dalam menerima cinderama mata dari UWIKA yang diwakili oleh Dra. Felicia O Dien Koeswanto.

 

Dampak ICT

Mengapa YPPI dan UWIKA sangat concern dengan upaya pengembangan sekaligus penyelamatan karakter positif anak-anak karena melihat dampak Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) yang tidak seluruhnya positif. Peneletian yang berlangsung selama satu dekade terakhir menunjukkan bahwa secara akut ICT telah memerosotkan karakter-karakter positif anak-anak.

Dua puluh lima tahun lalu, misalnya, ADHD dan Ritalin belum ada. Permainan anak-anak bisa memajukan mental dan fisik melalui olah raga, imaginasi dan bersama-sama dengan anak-anak lainnya. Tapi sekarang, sekitar 15 % anak-anak mengalami masalah perilaku yang dipicu oleh perkembangan ICT. Anak-anak ini bermain suka sendirian, di dalam kamar, duduk terus-menerus, bahan permainan juga buatan pabrik dan virtual. Menghabiskan waktu di depan TV, kecanduan videogame dan internet telah menjadi pola baru kehidupan anak-anak jaman sekarang.

Penelitian lain yang dilakukan oleh i-SAFE Inc juga menunjukkan adanya kesenjangan generasi internet. Sebagian besar anak-anak dan generasi muda menyatakan bahwa orangtua mereka tidak pernah mendiskusikan keamanan internet dengan mereka.

· Sebanyak 49% anak-anak kelas 5-8 ‘Tidak pernah’ (24%) atau ‘Jarang’ (25%) mendiskusikan mengenai keamanan internet dengan orangtua mereka.

· Sebanyak 64 anak-anak tingkat SMA ‘Tidak pernah’ (27%) atau ‘Jarang’ (37%) mendiskusikan keamanan internet denga orangtua mereka.

Data itu rupanya ada ketidakcocokan dengan jumlah orangtua yang yakin bahwa mereka telah mendiskusikan masalah internet dengan anak-anak mereka.

· Sebanyak 88% orangtua mengindikasikan bahwa mereka telah menetapkan sejumlah aturan bagi aktivitas internet anak-anak mereka.

· Lebih dari 1 diantara 3 pelajar (38%) mengindikasikan bahwa mereka tidak mempunyai aturan-aturan penggunaan internet yang sudah ditetapkan oleh orangtua atau para pendamping.

“Kenyataan itulah yang mendorong pihak YPPI dan UWIKA untuk membagikan tips-tips pendidikan dan pengembangan karakter anak melalui program ‘Save Our Children’ Positive Characters’,” ujar Dra. Felicia O Dien Koeswanto, Wakil Rektor yang sekaligus Corporate Secretary UWIKA. @

 

 

Who's Online

Kami punya 14 tamu online



Customer Care 2

Customer Care 1

Student Login


Associated with

Program Beasiswa

Ingin Belajar Mandarin?