Universitas Widya Kartika

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf
Universitas Widya Kartika

88 Warga Uwika Donor Darah

Sebanyak 88 warga Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya siap merelakan setetes darah mereka untuk kemanusiaan. Ke-88 orang terdiri dari dosen, karyawan dan sebagian besar mahasiswa.

Aksi donor darah yang akan dilakukan oleh civitas akademika Uwika itu dikoordinasikan oleh PMI Cabang Surabaya Lions Club Surabaya. Pengambilan darah akan dilakukan mulai pukul 10.00 hingga selesai di sebuah ruang di lantai III Uwika, Senin, 6 September 2010.

Kegiatan aksi donor darah ini merupakan rangkaian dari kegiatan pekan mahasiswa baru (Pemba) 2010. Selain donor darah, sejumlah kegiatan kemanusiaan Uwika dalam rangka Pemba 2010 ini juga dilakukan, seperti misalnya turut meringankan penderitaan aksi sosial ke beberapa liponsos di Surabaya.

“Pesertanya masih mungkin bertambah saat selama pengambilan darah berlangsung nanti,” ungkap Ketua Panitia Pemba 2010, Agustinus Mulyono, SE.

Aksi donor darah ini juga terbuka bagi masyarakat yang bersedia mendonorkan darahnya bagi kemanusiaan. Jika ada warga yang ingin mendonorkan darahnya, panitia bersedia memfasilitasinya. @

 

 

“Giatlah Belajar, Bergaulah dengan Sebanyak Mungking Orang”

Rektor Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc (kedua dari kanan) duduk berdampingan dengan Wakil Rektor Dra. Felicia O.Dien Koeswanto (paling kanan) dan Wakl Konjen RRC, Mr Sun Guo Yuan (ketiga dari kanan)

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Widya Katika (Uwika) Surabaya, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc, pada acara pelepasan mahasiswa S-1 jurusan Bahasa Mandarin, Kamis, 26 Agustus 2010. Pelepasan ke-21 mahasiswa S-1 jurusan Bahasa Mandarin dan empat mahasiswa program D-3 itu juga dihadiri Wakil Konjen RRC, Mr. Sun GuoYuan dan Wakil Attache, Ms Wang Dan Dan, pimpinan dan pengurus Yayasan Adi Jasa, unsur pembina dan pengurus YPPI, pimpinan Uwika, para orangtua mahasiswa dan undangan lainnya.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa bisa belajar bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kehidupan dan budaya di RRC. “Jangan sampai hanya menghabiskan waktu di tempat kos. Bergaulah dengan sebanyak mungkin orang, termasuk para mahasiswa dari negara-negara lain,” katanya.

Menurut rektor, dengan aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, seseorang bisa mendapat banyak manfaat. Selain ilmu yang bertambah, dengan aktif bergaul juga menambah wawasan dan pengetahuan tentang kebudayaan dan peradaban.

Menari dulu sebelum berangkat ke RRC

Kesempatan menempuh studi di RRC, menurut rektor, harus dimanfaatkan dengan maksimal. Giat belajar harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari jika mahasiswa ingin berhasil.

Rektor juga menyitir tema pelepasan, ‘Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China’, yang dulu hanya merupakan semacam pepatah anjuran, sekarang benar-benar menjadi kenyataan. “Di zaman saya dulu pepatah itu hanya seperti mimpi, tetapi sekarang menjadi kenyataan. Anda sekalian, para mahasiswa, merupakan orang-orang yang beruntung karena bisa mendapat kesempatan seperti yang terungkap dalam pepatah itu,” ujarnya.

Para mahasiswa yang studi ke RRC sedang menyanyi bersama

Hubungan Persahabatan

Sementara Wakil Konjen RRC, Mr Sun Guo Yuan, dalam sambutanya menjelaskan semakin mesarnya hubungan persahabatan antara Indonesia China. Tahun ini, katanya, merupakan ulang tahun yang ke-60 hubungan persahabatan dua negara.

Dijelaskan hubungan diplomatik Indonesia-RRC terjalin sejak 13 April 1950. Meskipun pernah mengalami masa-masa kelam dalam hubungan persahabatan dua negara itu, sejak 8-8-1990 lalu, pemulihan hubungan itu terus dibangun kembali. Hubungan semakin mesra dengan kunjungan Presiden China Hun Jintao ke Indonesia yang diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 April 2005.

Para era tahun 60-an, sejumlah mahasiswa dari China sudah dikirim ke Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia. Demikian sebaliknya, para masa itu banyak mahasiswa Indonesia yang studi ke RRC. “Tetapi karena pernah ada pembekuan hubungan persahabatan itu maka pertukaran mahasiswa tidak bisa berjalan. Saya sendiri belajar bahasa Indonesia di Belanda,” kata Mr Sun Guo Yuan yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Mr Sun Guo Yuan menjelaskan saat ini memang sudah banyak mahasiswa dari China yang belajar Bahasa Indonesia di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Demikian juga sebaliknya, sekarang banyak mahasiswa Indonesia yang studi di China.

“Saya mengucapkan selamat jalan kepada para mahasiswa. Seperti kata bapak rektor tadi, belajarlah yang giat, semoga sukses,” ujarnya. @

 

 

Pengumuman Wisuda 2010

 

25 Mahasiswa Uwika Lanjutkan Studi ke RRC

Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya dari program studi Bahasa Mandarin melanjutkan studi ke RRC. Mereka akan dilepas pada Kamis, 26 Agustus 2010, oleh Rektor dan segenap civitas akademika Uwika.

Selengkapnya...
 

Adjunct Professor, upaya Uwika percepat peningkatan kualitas studi

Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya terus berupaya membangun reputasi di tingkat nasional dan internasional. Upaya terbaru yang ditempuh adalan mengangkat beberapa profesor pembina untuk meningkatkan kualitas program studi dan untuk mempercepat membangun jejaring internasional dalam upaya internasionalisasi Uwika.

Selengkapnya...
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Who's Online

Kami punya 5 tamu online



Customer Care 2

Customer Care 1

Student Login


Associated with

Program Beasiswa

Ingin Belajar Mandarin?