
(SURABAYA, 26 NOPEMBER 2009): Bulan Nopember ini civitas akademika Universitas Widya Kartika (UWIKA) mendapat kabar gembira. Dewa Gde Satrya, salah satu dosen di kampus yang terletak di Jalan Sutorejo itu, mendapat 2 penghargaan sekaligus.
Pertama, penghargaan bidang Seni, Budaya dan Pariwisata dari Walikota Surabaya yang diberikan dalam upacara peringatan 10 Nopember di Balai Kota. Kedua, Juara I dari 462 peserta Lomba Tulis Artikel Pustaka Nasional yang diadakan oleh Teratama Technology System bersama Dinas Pendidikan Propinsi DIY, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi DIY, Ikatan Pustakawan Indonesia – IPI Propinsi DIY, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca – GPMB Indonesia, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi – FPPTI DIY, Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia – FPSI DIY, BAPUSDA Kabupaten Bantul dan Tokoh Pustakawan Senior. Informasi terkait hal terakhir didapatkan dari link panitia lomba (www.teratama.com/lomba).
Rektor UWIKA, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc, menyikapi penghargaan yang diperoleh salah satu anak buahnya menyatakan, “UWIKA sebagai entrepreneur university berkomitmen untuk senantiasa memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui tangan dan pikiran para dosen khususnya. Komitmen yang diwujudkan lewat upaya keras UWIKA itu tak lain bertujuan untuk mencerdaskan dan meningkatkan daya saing bangsa seperti tertuang dalam salah satu isu Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010 DIKTI.”
Lebih lanjut Gembong, demikian panggilan akrab Rektor peraih gelar Master dari Amerika Serikat dan Doktor dari Belanda itu menegaskan, “apresiasi yang diberikan pihak eksternal kepada kami menjadi motivasi untuk melakukan percepatan peningkatan mutu dan kualitas di tingkat internal yang selanjutnya berdampak pada mahasiswa kami dan masyarakat luas.” 2 penghargaan yang diberikan kepada Dewa terkait erat dengan konsistensinya atas isu dan pengembangan ilmu pariwisata yang digelutinya. Artikel perpustakaan yang dimenanginya pun, mengaitkan unsur turisme melalui paper dengan judul “Memariwisatakan Perpustakaan”. Dewa yang juga research & development Surabaya Tourism Promotion Board itu berharap, kepariwisataan menjadi hal yang semakin relevan di masyarakat yang mampu menjadi salah satu solusi atas problematika peradaban dewasa ini, di kota Surabaya khususnya maupun Indonesia umumnya.








