{"id":2095,"date":"2013-07-12T13:33:38","date_gmt":"2013-07-12T06:33:38","guid":{"rendered":"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/?p=2095"},"modified":"2013-07-12T13:33:38","modified_gmt":"2013-07-12T06:33:38","slug":"hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity\/","title":{"rendered":"HUT YPPI ke-66 : UNITY IN DIVERSITY"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity\/hut-yppi-66-1\/\" rel=\"attachment wp-att-2097\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-large wp-image-2097\" title=\"hut yppi-66-1\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/hut-yppi-66-1-960x289.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"289\" \/><\/a>Keberagaman memang sudah menjadi nilai lebih bangsa Indonesia. Ribuan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke menghadirkan kemajemukan. Nah, dari realitas tersebut, Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) mencoba memberikan ruang yang sama diantara individu berbeda.<\/p>\n<p>\u201cYPPI berusaha menampung aspirasi masyarakat yang multikultural, menampung beragam lapisan masyarakat yang membutuhkan pendidikan, menampung jaringan kerjasama dengan beragam institusi baik di dalam maupun luar Indonesia. Sehingga, pada tahun ini, kami berani mengatakan bahwa YPPI sudah, sedang, dan akan terus membangun jaringan global sebagai kekuatan melaksanakan panggilan lokal Indonesia, untuk mampu berperan lebih global lagi,\u201d kata Dr. Dr. Kresnayana Yahya, M.Sc., Ketua YPPI saat perayaan HUT YPPI ke-66 di Hall lantai 4 Universitas Widya Kartika Surabaya, 1 Juli 2013.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity\/hut-yppi-66-5\/\" rel=\"attachment wp-att-2098\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2098\" title=\"hut yppi-66-5\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/hut-yppi-66-5.jpg\" alt=\"\" width=\"934\" height=\"530\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity\/hut-yppi-66-4\/\" rel=\"attachment wp-att-2099\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2099\" title=\"hut yppi-66-4\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/hut-yppi-66-4.jpg\" alt=\"\" width=\"934\" height=\"529\" \/><\/a>Dia menambahkan, selama kurun 66 tuhun ini, YPPI telah menunjukkan eksistensinya mewarnai dunia pendidikan Indonesia, khususnya Surabaya. \u201cYPPI mampu berkarya dan dipercaya masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, YPPI harus lebih bersiap dan berani melangkahkan kaki guna menyiapkan warga Indonesia bersaing di kancah dunia. Sehingga, paham <em>Unity In Diversity<\/em> bukan sekadar wacana, tapi menjadi tekad untuk menyumbangkan sesuatu pada dunia.<\/p>\n<p>\u201c<em>School for life<\/em>. Sekolah untuk hidup. <em>Mindset<\/em> ini haus ditanamkan dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Agar kelak, kemanapun anak didik YPPI berperan, bisa membawa <em>skill<\/em> bertaraf internasional, namun memiliki pribadi, budaya, dan karakter Indonesia,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Ketua DewanPembina YPPI, Eka Budiadi Santosa menjelaskan, sejak berdiri pada 1947, YPPI \u00a0sudah berkomitmen memajukan pendidikan nasional dengan berbagai keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada. \u201cItu juga yang menjadi ciri khas YPPI, menjadi pembeda dengan sekolah lain. Kalau sekolah lain punya ideologi berbeda, kami punya ideologi yang satu, yakni untuk berbangsa dan bernegara,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity\/hut-yppi-66-2\/\" rel=\"attachment wp-att-2102\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2102\" title=\"hut yppi-66-2\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/hut-yppi-66-2.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"471\" \/><\/a>Dia menukil istilah Ernest Douwes Dekker, seorang politikus, wartawan, penulis, sekaligus peletak nasionalisme pada awal abad ke-20. Menurutnya, Douwes Dekker mengibaratkan nusantara sebagai rangkaian Ratna Mutu Manikam. Negeri yang terletak di khatulistiwa laksana sabuk indah nan berharga.<\/p>\n<p>\u201cAda sekitar 15 ribu pulau yang membentang di nusantara. Lebih dari 15 ribu suku mendiami pulau-pulau tersebut. Dan pastinya juga ada kurang lebih 15 ribu budaya yang tidak pernah dimiliki negara manapun kecuali Indonesia,\u201d urainya.<\/p>\n<p>\u201cSetelah 2015, Indonesia akan jadi jujugan <em>tourism<\/em>. Mereka tak lagi hanya ingin melihat keindahan panorama Indonesia yang <em>very exotic<\/em>, tapi juga budaya Indonesia yang <em>very-very exotic<\/em>,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Semnetara itu, Yulia Setyarini, S.E., M.A., ketua panitia acara mengatakan, wujud dari keberagaman yang ada di YPPI bisa dilihat dari kostum yang dipakai para tamu undangan. \u201cTamu dan undangan menggunakan busana daerah. Sehingga semakin tampak kebersamaannya meski dalam perbedaan,\u201d katanya.<a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/hut-yppi-ke-66-unity-in-diversity\/hut-yppi-66-6\/\" rel=\"attachment wp-att-2103\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2103\" title=\"hut yppi-66-6\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/hut-yppi-66-6.jpg\" alt=\"\" width=\"794\" height=\"902\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keberagaman memang sudah menjadi nilai lebih bangsa Indonesia. Ribuan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke menghadirkan kemajemukan. Nah, dari realitas tersebut, Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) mencoba memberikan ruang yang sama diantara individu berbeda. \u201cYPPI berusaha menampung aspirasi masyarakat yang multikultural, menampung beragam lapisan masyarakat yang membutuhkan pendidikan, menampung jaringan kerjasama dengan beragam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2095"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2095"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2107,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2095\/revisions\/2107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}