{"id":2821,"date":"2014-04-15T11:07:59","date_gmt":"2014-04-15T04:07:59","guid":{"rendered":"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/?p=2821"},"modified":"2014-04-15T11:07:59","modified_gmt":"2014-04-15T04:07:59","slug":"mahasiswa-uwika-juara-chinese-bridge","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/mahasiswa-uwika-juara-chinese-bridge\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Uwika Juara Chinese Bridge"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/chinese-bridge-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-2822\" title=\"chinese bridge 1\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/chinese-bridge-1-960x640.jpg\" alt=\"\" width=\"614\" height=\"410\" \/><\/a><\/p>\n<p>Mahasiswa Universitas Widya Kartika Surabaya (UWIKA) kembali mengukir prestasi. Kali ini prestasi yang sangat membanggakan ditorehkan oleh <strong>Liang Yohanna<\/strong> yang merupakan mahasiswa Prodi S1 Bahasa Mandarin. Dia berhasil merebut juara 1 di ajang Lomba Ketangkasan Berbahasa Tionghoa Chinese Bridge Wilayah Jawa Timur Tingkat Perguruan Tinggi ke-13 yang diselenggarakan pada 12-13 April 2014 di Universitas Negeri Malang (UM).<\/p>\n<p>Liang Yohanna berhasil menyisihkan 30 peserta lain yang berasal dari sejumlah kampus di Jawa Timur. Dia menjelaskan untuk meraih juara utama tidaklah mudah, \u00a0persiapan yang sangat matang serta bimbingan khusus dari dosen <em>native<\/em> dilakoninya. Pada saat bersamaan, kegiatan kuliah juga tengah padat. \u201cJadi harus bisa bagi waktu antara <em>prepare<\/em>, kuliah, <em>mengerjakan<\/em> tugas, dan belajar buat persiapan UTS (ujian tengah semester),\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/chinese-bridge-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-2823\" title=\"chinese bridge 2\" src=\"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/chinese-bridge-2-960x640.jpg\" alt=\"\" width=\"614\" height=\"410\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dalam lomba selama dua hari itu, ada rangkaian tahap yang harus dilalui. Hari pertama dilalui dengan tes tulis, sedangkan hari kedua peserta yang lolos harus melakukan presentasi \u00a0dihadapan dewan juri dan menjawab pertanyaan yang disediakan. Tidak hanya itu, peserta juga diharuskan melakukan <em>talent <\/em>tentang budaya Tiongkok. Dalam sesi ini, Liang Yohanna berhasil memukau juri dengan tarian <em>peacock<\/em> dan menyanyi tradisional Tiongkok.<\/p>\n<p>Saat ditemui di kampus UWIKA, Liang Yohanna mengaku tengah fokus menyiapkan diri untuk melaju ke ajang Lomba Ketangkasan Berbahasa Tionghoa Chinese Bridge Tingkat Nasional yang akan diadakan bulan Mei mendatang di Bandung. \u201cSaya berharap memenangkan Chinese Bridge Tingkat Nasional sehingga nantinya bisa melaju sampai ke tingkat internasional mewakili Indonesia di Tiongkok sehingga saya bisa membawa nama harum kampus UWIKA.\u201d<\/p>\n<p>Keberhasilan mahasiswa semester 6 ini juga diapresiasi oleh Ka. Prodi Bahasa Mandarin, Ong Peter Leonardo, BA., M.Ed. . Menurutnya, pihaknya akan memberikan dukungan penuh kepada Liang Yohanna, \u201c Kami akan melakukan pendampingan secara intensif agar Liang Yohanna bisa memperoleh hasil maksimal di ajang internasional ini. \u201d \u00a0tutupnya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Universitas Widya Kartika Surabaya (UWIKA) kembali mengukir prestasi. Kali ini prestasi yang sangat membanggakan ditorehkan oleh Liang Yohanna yang merupakan mahasiswa Prodi S1 Bahasa Mandarin. Dia berhasil merebut juara 1 di ajang Lomba Ketangkasan Berbahasa Tionghoa Chinese Bridge Wilayah Jawa Timur Tingkat Perguruan Tinggi ke-13 yang diselenggarakan pada 12-13 April 2014 di Universitas Negeri&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2821"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2821"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2827,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2821\/revisions\/2827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}