{"id":5987,"date":"2020-05-09T17:36:39","date_gmt":"2020-05-09T10:36:39","guid":{"rendered":"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/?p=5987"},"modified":"2020-05-09T17:36:39","modified_gmt":"2020-05-09T10:36:39","slug":"05-04","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/05-04\/","title":{"rendered":"Penemuan Penting yang Mengubah Wajah Bidang Teknik Elektro Juga Dipelajari Oleh Mahasiswa UWIKA"},"content":{"rendered":"<p>Kamis (29\/04) kemarin Dosen Elektro Bapak Eddy Lybrech T., ST., MT. Saat kelas mata kuliah Elektronika Medika secara daring membahas tentang soal-soal UTS salah satunya tentang seseorang yang di diagnosa oleh dokter positif Covid-19 dimana perawatanya harus dibantu dengan ventilator. Ventilator adalah\u00a0mesin yang berfungsi untuk menunjang\u00a0atau membantu\u00a0pernapasan. Ventilator sering\u00a0kali dibutuhkan oleh\u00a0pasien\u00a0yang tidak dapat bernapas\u00a0sendiri, baik karena\u00a0suatu penyakit\u00a0atau\u00a0karena\u00a0cedera\u00a0yang parah. Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien dengan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru untuk membantu pasien positif Covid-19 untuk bernafas. Penemuan Ventilator di dunia elektro medika sangat membantu keberlangsungan perawatan di rumah sakit.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5988\" src=\"https:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/WhatsApp-Image-2020-05-08-at-3.35.18-PM-300x300.jpeg\" alt=\"WhatsApp Image 2020-05-08 at 3.35.18 PM\" width=\"450\" height=\"450\" \/><\/p>\n<p>Namun menurut Bapak Eddy, ada beberapa penemuan-penemuan yang perlu diketahui ilmunya oleh para mahasiswa. Yuk kita simak, Berikut ini merupakan komponen yang perlu dipelajari oleh mahasiswa teknik elektro agar menjadi profesional di bidangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Arus Listrik AC<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Nikola Tesla mencetuskan gagasan tentang listrik arus AC. ia mempresentasikan dalam paper yang dibuat pada tahun 1888. Listrik AC digunakan setiap hari dalam segala aspek, yang dikirim langsung dari PLN. Listrik AC jeuh lebih efisien dari DC untuk urusan perjalanan jarak jauh. Dengan memakai arus AC, dapat memasok listrik jarak jauh dan menjadi komoditas yang sudah tersedia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Travo<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Travo adalah komponen penting dalam dunia kelistrikan karena mampu mentransferkan energi listrik dari satu sirkuit ke sirkuit lain tanpa bersentuhan. Fenomena ini disebut juga induksi listrik. Travo pada dasarnya digunakan untuk mengatur tegangan arus masuk. Jika tegangan\u00a0<em>output<\/em>\u00a0lebih tinggi dari tegangan\u00a0<em>input<\/em>, maka disebut travo\u00a0<em>step-up<\/em>.\u00a0Sedangkan travo\u00a0<em>step-down<\/em>\u00a0adalah ketika tegangan\u00a0<em>output<\/em>\u00a0lebih rendah dari tegangan\u00a0<em>input<\/em>. Travo pertama kali dibuat oleh\u00a0Ott\u00f3 Bl\u00e1thy, Miksa D\u00e9ri dan K\u00e1roly Zipernowsky. Tetapi orang yang mengkomersilkan travo adalah\u00a0William Stanley di tahun 1886.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Motor Listrik<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk negara berkembang, pengaplikasiannya tidak terbatas pada industri penerangan, melainkan kemampuan untuk pertumbuhan dan akselerasi. Motor listrik berperan penting dalam perkembangan industri dan kegunaannya dalam kendaraan listrik. Motor listrik melakukan konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik. Penggunaannya mempu menggantikan mesin uap dari pabrik dan semua industri besar tanpa membuat orang berkeringat karena uap. Motor listrik DC pertama kali diajukan oleh Frank Julian pada tahun 1886, sedangkan motor AC oleh Nikola Tesla pada tahun 1887.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Panel Surya<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Ini adalah sumber energi matahari mulai\u00a0<em>hype<\/em><em>\u00a0<\/em>digunakan pada akhir tahun 2000, tetapi konsep teknologi diprensetasikan oleh Edmond Becquerel pada tahun 1839 setelah ditemukan efek fotovoltaik. Sampai saat ini, sel surya sudah digunakan di seluruh dunia. Pembangkit Listrik Gurun Tengger mempu menghasilkan daya\u00a0output\u00a0sebesar 1547 MW dan merupakan PLTS terbesar di dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Generator Air<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Generator listrik tenaga air pertama kali digunakan pada tahun 1882 secara komersil di\u00a0Fox River, Wisconsin. Pembangkit listrik tenga air menjadi favorit karena tidak menghasilkan barang sisa yang tidak bisa diolah seperti halnya pembangkit nuklir. Mereka juga mengandalkan sumber energi terbarukan untuk membuat pasokan listrik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Lampu Bohlam<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berkat Thomas Alfa Edison, kita semua bisa menikmati cahaya di malam hari. Pada tahun 1878, Edison mulai melakukan penelitian untuk mengembangkan lampu pijar praktis dan tanggal 14 Oktober 1878, Ia mengajukan hak paten pertama untuk lampu listrik. Ia terus menguji berbagai jenis bahan untuk filamen logam untuk meningkatkan desain aslinya dan tanggal 4 November 1879, ia mengajukan paten lampunya dengan menggunakan\u00a0filamen karbon atau strip yang digulung dan dihubungkan ke platina kabel kontak. Beberapa bulan setelah Edison mendapatkan hak patennya, ia dan timnya menemukan bahwa bambu berkerbonasi filamen dapat bertahan selama 1200 jam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis (29\/04) kemarin Dosen Elektro Bapak Eddy Lybrech T., ST., MT. Saat kelas mata kuliah Elektronika Medika secara daring membahas tentang soal-soal UTS salah satunya tentang seseorang yang di diagnosa oleh dokter positif Covid-19 dimana perawatanya harus dibantu dengan ventilator. Ventilator adalah\u00a0mesin yang berfungsi untuk menunjang\u00a0atau membantu\u00a0pernapasan. Ventilator sering\u00a0kali dibutuhkan oleh\u00a0pasien\u00a0yang tidak dapat bernapas\u00a0sendiri, baik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5987"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5989,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5987\/revisions\/5989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}