{"id":6960,"date":"2021-01-23T21:23:51","date_gmt":"2021-01-23T14:23:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/site\/?p=6960"},"modified":"2021-01-23T21:23:51","modified_gmt":"2021-01-23T14:23:51","slug":"01-04","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/01-04\/","title":{"rendered":"Ini Loh \u2018Rahasia\u2019 Sukses Jadi Programmer Ala Nam Do San di Drama Start Up"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6961\" src=\"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/p-300x188.jpg\" alt=\"p\" width=\"450\" height=\"283\" \/><\/p>\n<p>Siapa disini nonton drama Korea\u00a0<em>Start Up<\/em>\u00a0yang baru saja tamat beberapa minggu yang lalu. Kira-kira kamu team Nam Do San apa Han Ji Pyeong nih? Meski sudah selesai, masih ada beberapa hal yang bisa kamu pelajari dari para karakter di drama tersebut, salah satunya Nam Do San yang bekerja sebagai seorang\u00a0<em>programmer<\/em>.<\/p>\n<p>Kalau kamu memiliki keinginan untuk menjadi\u00a0<em>programmer<\/em>, kamu bisa menjadikan karakter Nam Do San sebagai inspirasimu. Sama seperti Nam Do San, dengan menjadi seorang\u00a0<em>programmer,\u00a0<\/em>bisa dibilang kamu akan memiliki prospek karier yang cukup baik ke depannya.<\/p>\n<p>Dilansir dari\u00a0<a href=\"https:\/\/ekonomi.kompas.com\/read\/2018\/12\/07\/084656826\/simak-ini-pekerjaan-yang-akan-jadi-most-wanted-perusahaan\">Kompas<\/a>, pekerjaan sebagai\u00a0<em>programmer\u00a0<\/em>akan semakin banyak dicari perusahaan. Sebab, era digital menuntut semua orang, termasuk para pengusaha, untuk melebarkan bisnis mereka dan mulai berinvestasi ke ranah digital.<\/p>\n<p>Gaji seorang\u00a0<em>programmer\u00a0<\/em>pun bisa dibilang sangat menjanjikan. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang krusial, terlebih jika kamu bekerja untuk perusahaan yang menjual produk-produk secara digital. Bisa di bilang kamu adalah \u2018tiang penyangga\u2019 bisnis tersebut.<\/p>\n<h2>Sukses Menjadi\u00a0<em>Programmer\u00a0<\/em>Ala Nam Do San<\/h2>\n<p>Dalam drama Korea\u00a0<em>Start Up<\/em>, karakter Nam Do San digambarkan sebagai tokoh yang polos dan jenius. Kalau kamu ingin bisa menjadi\u00a0<em>programmer\u00a0<\/em>sukses seperti Nam Do San, berikut ini beberapa hal yang bisa dipelajari:<\/p>\n<h3>1. Berani mengakui kegagalan<\/h3>\n<p>Mengakui kegagalan bukanlah hal yang mudah bagi siapa pun. Terkadang, ego membuat kita justru selalu berusaha menutupi kesalahan dan kegagalan yang dilakukan. Tapi, tidak demikian dengan Nam Do San.<\/p>\n<p>Ketika ia gagal, kedua orangtuanya sangat marah, bahkan Han Ji Pyeong pun memberikan kritik besar-besaran padanya. Sadar akan kesalahan yang ia buat, ia tidak berusaha membela diri dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik serta mengembangkan dirinya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Berani mengambil risiko<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Seringkali, kita terlalu senang berada di zona nyaman, sampai tidak berani mengambil risiko yang lebih besar. Padahal, mengambil risiko adalah hal yang penting untuk bisa berkembang, termasuk ketika memilih karier sebagai\u00a0<em>programmer<\/em>.<\/p>\n<p>Meskipun Nam Do San adalah seorang yang\u00a0<em>introvert<\/em>, ia memberanikan diri untuk berelasi dengan orang lain demi kepentingan pekerjaannya. Ia bahkan rela mengorbankan sesuatu yang ia senangi, yaitu Samsan Tech, demi mendapatkan hasil yang lebih besar di kemudian hari.<\/p>\n<h3>3. Selalu mencoba segala sesuatu<\/h3>\n<p>Ciri khas lain dari Nam Do San yang bisa membuatnya sukses adalah keinginan untuk mencoba segala sesuatu. Baginya, hanya dengan sikap berani mencoba, baru ia bisa mengetahui seperti apa hasil yang akan didapatkan.<\/p>\n<p>Contohnya, ketika Nam Do San dan teman-temannya memutuskan untuk bergabung dengan Sand Box setelah perusahaan yang dirintisnya gagal berkembang selama 3 tahun. Awalnya, ia sempat ragu. Namun, Sand Box justru menjadi langkah awalnya meraih kesuksesan.<\/p>\n<p>Meskipun ragu, ia tetap memutuskan untuk berani mencoba. Setelah lulus kuliah, ia memberanikan diri untuk merintis perusahaannya sendiri yang bernama Samsan Tech.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Tidak suka menunda pekerjaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Banyak orang yang sering menunda-nunda pekerjaan. Padahal, sikap seperti itu tidak akan membawa kita menuju keberhasilan.<\/p>\n<p>Tidak seperti kebanyakan orang, Nam Do San tidak suka menunda-nunda pekerjaannya. Ia sangat gigih dalam menyelesaikan tugas-tugas dan mencapai tujuannya. Hidupnya dipenuhi dengan produktivitas.<\/p>\n<p>Kapan pun ia punya waktu, ia selalu menyempatkan diri untuk bekerja. Bahkan, dalam drama\u00a0<em>Start Up<\/em>, ada juga adegan yang memperlihatkan saat Nam Do San tetap bekerja ketika dalam perjalanan dari Korea menuju Amerika Serikat (AS).<\/p>\n<p>Itulah beberapa pelajaran yang bisa kamu ambil dari Nam Do San bila kamu ingin berkarier sebagai\u00a0<em>programmer<\/em>. Meskipun Nam Do San hanyalah tokoh fiktif dalam sebuah drama Korea, kamu tetap bisa menjadikannya sebagai inspirasi untuk sukses.<\/p>\n<p>Dan jika kamu tertarik untuk menjadi <em>programmer<\/em> seperti Nam Do San, Kembangkanlah kemampuanmu mulai dari masuk ke jurusan yang \u2018senada\u2019 yang mampu mengantarkanmu menjadi <em>programmer<\/em> handal seperti jurusan Teknik Informatika. Universitas Widya Kartika memiliki jurusan Teknik Informatika yang berjenjang Strata 1 (S1) ini memiliki kesempatan untuk berkarir di berbagai bidang sebagai: Pengusaha IT, Manager IT, Sistem Analisis, Programmer, Data Base Administrator, Web Master, Spesialis Networking atau Konsultan Teknologi Informasi, Tenaga Edukatif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa disini nonton drama Korea\u00a0Start Up\u00a0yang baru saja tamat beberapa minggu yang lalu. Kira-kira kamu team Nam Do San apa Han Ji Pyeong nih? Meski sudah selesai, masih ada beberapa hal yang bisa kamu pelajari dari para karakter di drama tersebut, salah satunya Nam Do San yang bekerja sebagai seorang\u00a0programmer. Kalau kamu memiliki keinginan untuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6960"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6960"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6962,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6960\/revisions\/6962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}