{"id":86,"date":"2010-08-30T20:40:48","date_gmt":"2010-08-30T13:40:48","guid":{"rendered":"http:\/\/widyakartika.ac.id\/site\/?p=86"},"modified":"2014-06-04T11:03:33","modified_gmt":"2014-06-04T04:03:33","slug":"jadilah-orang-yang-mempunyai-karakter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/jadilah-orang-yang-mempunyai-karakter\/","title":{"rendered":"Jadilah Orang Yang Mempunyai Karakter"},"content":{"rendered":"<p>\u201cJadilah orang yang mempunyai karakter, jangan sampai menjadi orang yang tidak mempunyai identitas diri,\u201d kata Rektor Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Dr.Ir. Gembong Baskoro, M.Sc, Rabu, 11 Agustus 2010. Pernyataan rektor itu disampaikan dalam sambutan di depan ratusan calon mahasiswa Uwika dalam acara pekan mahasiswa baru (Pemba) Uwika 2010.<\/p>\n<p>Menurut rektor, di zaman sekarang yang serba tidak mudah ini, seseorang yang mempunyai karakter sangat dibutuhkan. Dalam berbagai bidang kehidupan, karakter menjadi sarana untuk mengaktualisasikan diri.<br \/>\nBagaimana caranya agar seseorang mempunyai karakter, rektor Gembong Baskoro meminta para calon mahasiswa untuk memanfaatkan waktu studi ini dengan sungguh-sungguh. Selain itu, para mahasiswa juga diminta untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.<\/p>\n<p>\u201cAktif dalam kegiatan kemahasiswaan bisa menjadi wadah untuk bersosialisasi dengan sebanyak mungkin orang. Dari kegiatan-kegiatan itu selain bisa mempelajari karakter orang lain, kalian juga akan semakin menempa karakter pribadi masing-masing,\u201d tandas rektor.<\/p>\n<p>Rektor mengingatkan agar para mahasiswa baru giat di UKM-UKM karena semua UKM yang ada menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri masing-masing. Selain itu, katanya, UKM juga bisa menjadi sarana untuk mempraktikkan apa yang diperoleh dari teori-teori selama kuliah berlangsung.<\/p>\n<p>\u201cTetapi jika di antara kalian mempunyai potensi yang belum ada UKM-nya, silakan saja membentuk UKM-UKM baru. Intinya jangan sampai ada mahasiswa yang hanya menghabiskan waktu di tempat kos, tidak berinteraksi dengan orang lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di bagian lain sambutannya, rektor juga mengingatkan para mahasiswa dari luar pulau khususnya, agar terbuka dengan kampus. \u201cKalau ada kesulitan, misalnya kiriman uang dari orang tua terlambat, komunikasikan dengan pihak kampus. Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak makan selama dua hari, misalnya,\u201d tutur rektor.<\/p>\n<p>Pemba 2010 diawali dengan upacara bendera bersama para calon mahasiswa, panitia dan para karyawan Uwika, baik karyawan edukatif maupu non-edukatif. Upacara selain untuk memupuk rasa cinta tanah air juga sebagai sarana perekat antarseluruh civitas akademika.<\/p>\n<p>Rektor dalam sambutan upaca bendera juga meminta agar para calon mahasiswa untuk mengenang terus hari pertama mereka berdiri di bumi Uwika. \u201cJadikan hari pertama ini sebagai kenangan. Sebentar lagi Anda sekalian akan menempuh pendidikan di sini. Gunakan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya; dalam empat tahun ke depan Anda sekalian menjadi alumni,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rektor meminta para mahasiswa baru untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa berprestasi dengan optimal. \u201cTeladani para kakak kelas yang berprestasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pelaksanaan Pemba 2010 diminta untuk tidak dilakukan dengan pendekatan fisik, apalagi kekerasan. \u201cSaya minta pelaksanaan Pemba lebih dilakukan dengan pendekatan akademik, bukan fisik,\u201d tegas rektor.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJadilah orang yang mempunyai karakter, jangan sampai menjadi orang yang tidak mempunyai identitas diri,\u201d kata Rektor Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Dr.Ir. Gembong Baskoro, M.Sc, Rabu, 11 Agustus 2010. Pernyataan rektor itu disampaikan dalam sambutan di depan ratusan calon mahasiswa Uwika dalam acara pekan mahasiswa baru (Pemba) Uwika 2010. Menurut rektor, di zaman sekarang yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[],"tags":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2990,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86\/revisions\/2990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.widyakartika.ac.id\/situs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}